8 Kesalahan Apple dalam Perjalanan iPhone

Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak orang sedang menanti-nantikan kehadiran iPhone seri baru yang diprediksi bakal diluncurkan hari ini. Apple merupakan salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, tetapi ia tak lepas dari kesalahan.


Sudah 11 tahun sejak iPhone seri pertama diluncurkan, dan Apple beberapa kali membuat kesalahan terkait produk ponsel pintar tersebut. Dilansir dari Wired, berikut adalah delapan kesalahan Apple dalam sejarah perjalanan iPhone.

1. ROKR E1
Sebelum lahirnya iPhone, salah satu pendiri perusahaan Apple, Steve Jobs mulai khawatir bahwa produk andalan Apple ketika itu--iPod--akan tersaingi oleh ponsel-ponsel yang bisa digunakan untuk mendengarkan musik.

Apple kemudian menjalin kerja sama dengan Motorola untuk memproduksi ponsel yang memiliki built-in iPod. Motorola bertanggung jawab untuk mendesain ponsel tersebut, dan pada 2005 ROKR E1 muncul sebagai ponsel yang terlihat murahan, memiliki UX yang buruk, dibekali dengan kamera dengan kualitas yang kurang baik, dan hanya dapat menyimpan 100 lagu.

2. Pemotongan Harga iPhone
Dua bulan setelah peluncuran iPhone generasi pertama pada 2007, Apple memberikan diskon sebanyak US$200 (sekitar Rp3 juta) untuk produk tersebut.

Apple mendapatkan gelombang protes dari orang-orang yang sudah membeli iPhone dengan harga penuh, dan menuai kritikan dari para analis yang mengatakan bahwa Apple sedang berusaha keras untuk mencapai target penjualan.

3. Tidak Menerima Aplikasi Pihak Ketiga
Dulu, Apple memiliki slogan "There's an app for that" yang berarti Apple menyediakan aplikasi untuk seluruh kebutuhan pengguna. Steve Jobs dulu tidak ingin menerima aplikasi pihak ketiga karena takut mereka akan menurunkan kualitas peranti lunak (software) iPhone.

Setelah dibujuk oleh VP Apple Phil Schiller dan salah satu direktur Apple Art Levinson, akhirnya Jobs berubah pikiran dan Apple meluncurkan App Store pada Juni 2008 dengan 500 aplikasi.

4. 'Membuka Celah' untuk Pesaing
Pada tahun 1980-an, Jobs mengizinkan Bill Gates--yang dulu bekerja sebagai developer di Apple--untuk melihat proses pengembangan Macintosh. Setelah itu, Gates 'berkhianat' dan meluncurkan sistem operasi Windows miliknya.

Beberapa dekade setelahnya, Apple mengajak CEO Google ketika itu, Eric Schmidt untuk bergabung dengan jajaran direksi saat Apple sedang mengembangkan iPhone dan iPad. Kemudian, Google mengumumkan bahwa mereka sedang mengembangkan sistem operasi Android.

5. Menghilangkan Prototipe iPhone
Seorang teknisi peranti lunak Apple, Gray Powell kehilangan prototipe iPhone 4 miliknya di sebuah bar. Prototipe itu ditemukan oleh seseorang yang kemudian menjualnya kepada situs teknologi Gizmodo. Enam minggu sebelum iPhone 4 diluncurkan oleh Apple, Gizmodo mempublikasikan rincian produk tersebut di situsnya.

6. Permasalahan Antenna pada iPhone 4
Pada 2010, sejumlah pengguna iPhone 4 menyampaikan keluhan bahwa ponsel tersebut kerap kali memutus telepon dengan sendirinya. Hal ini terjadi saat iPhone dipegang dengan tangan kiri, dan tanggan pengguna menutupi antenna gap pada bodi ponsel.

7. Apple Maps
Mencoba untuk menyaingi aplikasi peta milik Google, pada 2012 Apple meluncurkan aplikasi petanya yang kemudian menuai banyak kritik. Ketika pertama kali diluncurkan, aplikasi tersebut dikabarkan memiliki performa yang sangat buruk, seperti mengarahkan pengguna untuk melewati landasan penerbangan di Alaska.

8. iPhone 5c
Ponsel ini dirilis dengan lima warna pada 2013, ditujukan untuk menjadi iPhone dengan harga yang lebih murah agar dapat menyasar target pelanggan yang lebih luas. Namun, dengan harga yang hanya US$100 lebih murah daripada produk flagship iPhone ketika itu, Apple seakan tidak dapat menentukan identitas dari iPhone 5c. 

Sumber :
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20180912135918-185-329603/8-kesalahan-apple-dalam-perjalanan-iphone